Dikisahkan di suatu negri, ada seorang saudagar sangat kaya raya dan terkenal. Dia mempunyai empat orang istri.
Suatu hari sang saudagar tersebut menderita sakit yang teramat parah… dan menurut diagnosa dokter, sakitnya takkan terobati. Diperkirakan hidupnya tidak akan lama lagi.
Saat itu, keempat istrinya dengan setia menungguinya.
“Wahai istri-istriku, apakah yang kau lakukan setelah aku meninggal?”
Tanya saudagar kepada semua istrinya.
“Apakah kalian tetap setia denganku?” Tambahnya.
Istri yang keempat menjawab: “Sesaat kau meninggal, saya akan langsung berpisah dan meninggalkanmu”
Mendengar jawaban istri yang keempat, istri termuda dan tercantik, sang saudagar sangat sedih.
Istri yang ketiga menjawab: “Setelah kau meninggal, saya akan menikah lagi”
Semakin sedih hati saudagar setelah mendengar perkataan istri ketiganya.
Istri yang kedua menjawab: “Setelah kau meninggal, saya hanya bisa mengantarmu sampai ke liang lahat”
Sang saudagar semakin sedih.
Istri pertama menjawab: “Wahai suamiku, setelah kau meninggal, saya akan tetap setia menemani dan mendampingimu walau kau matipun.”
Ternyata istri pertama yang selama ini sering terabaikan, adalah istri yang paling setia dengannya.
kesedihan Saudagarpun seketika sirna, senyumpun muncul kemudian hilang bersama hembusan nafas terakhirnya.
Siapakah saudagar dan keempat istrinya itu?
Sang saudagar tidak lain adalah diri kita sendiri sebagai manusia.
Istri ke-4 adalah tubuh/jasad kita. Dia langsung meninggalkan kita sesaat setelah kita mati.
Istri ke-3 adalah harta dan status sosial kita. Dia akan dimiliki orang lain setelah kita mati.
Istri ke-2 adalah sanak saudara dan kerabat dekat kita. Saat kita mati, mereka hanya bisa mengantar hingga ke liang lahat.
Istri ke-1 adalah dosa dan amal baik kita. Dia tetap setia menemani walau kita mati.
Maka, manakah istri yang paling kita perhatikan dan sayangi…???
(teruntuk seorang guru dan sahabat: Aang Junaidi)

