Feeds:
Pos
Komentar

“Orca” Pilihanku

GambarAku pernah bertemu kawanan orca, bahkan sempat melatihnya meski tidak lama.
Suatu hari aku bilang pada diriku,
“Aku akan pilih satu orca dan kemudian melatih kemudian mendampingi hidupnya.”
Diriku yang lain bertanya,
“Bagaimana caramu memilih satu dari sekian banyak orca?”
Aku menjawab,
“Aku akan memilih orca yang mau memilih aku.”
Diriku yang lain bertanya lagi,
“Bagaimana kamu tahu orca itu memilihmu atau tidak?”
Aku menjawab,
“Dia akan mencoba menggigitku.”

Dan benar,
Saat aku melatih kawanan orca kecil, ada satu orca yang mencoba menggigitku.
Kupilih dia, kucoba memberi perhatian padanya dengan harapan bisa mendampinginya.
Namun saat orca kecil ini memberi kesempatan pada aku untuk mendekat, aku malah digigitnya.
Tidak sakit, karena orca ini masih kecil tentu saja belum tumbuh gigi tajam dan juga rahangnya belum cukup kuat.
Aku berpikir, mungkin ini belum saatnya.

Baiklah,
Ternyata orca kecil ini sebaiknya aku lepas agar bisa hidup di alam bebas.
Agar orca kecil ini bisa berlatih dan belajar hidup bersama kawanannya.
Ternyata, membiarkannya hidup di alam bebas tetap membuat aku penasaran dengannya, atau mungkin bisa dibilang sedikit khawatir akan keadaannya.
Karena alasan itulah, aku tetap memperhatikannya, mengawasi keadaannya dan berharap orca kecil tumbuh besar dan menjadi lebih baik.

Ternyata mengagumkan,
Dari sekian jumlah orca dalam kawanan, orca kecil pilihanku adalah yang mampu tumbuh dengan baik, cerdas dan lebih kuat dibanding orca lainnya. Aku dibuat kagum olehnya.
Pendapatku ternyata dibenarkan oleh orang lain yang telah membantuku mengawasi dan menjaga orca ini.

Pertemuan indah,
Selalu aku berpikir bahwa orca pilihanku ini memang sebaiknya diikhlaskan hidup bebas bersama kawanannya.
Selalu aku berharap bahwa orca pilihanku ini bertemu dengan orca lain yang bisa mendampingi dan menjaganya.
Namun sungguh terkejut dan bahagianya aku tiba-tiba orca ini datang menghampiri dan kemudian tidak segan memberi sapa.
Setelah memahami apa alasannya, aku mencoba mendapatkan kembali kesempatan kedua untuk mendampinginya.
Aku bersyukur, orca mengizinkan aku mendekat dan mengetahui keadaannya.

Pilihan,
Orca pilihanku ini adalah yang tercerdas dan paling kuat dibandingkan yang lain seusianya.
Aku sadari, orca ini mampu memberi aku dua hal berlawanan sekaligus.
Satu sisi dia bisa memberi kebahagiaan, sisi lain dia bisa meninggalkan kesedihan.
Aneh pikirku, tapi memang seperti itu kenyataannya.

Ingatkah?
Aku masih ingat kenangan indah berlatih dan belajar bersama orca sewaktu kecil.
Aku masih ingat dengan gigitan orca sewaktu kecil namun tidak begitu menyakitkan.
Itulah perjalanan kehidupan,
Setelah orca aku anggap sudah dewasa, tentunya aku menyadari kemana arah hidup ini.

Mengapa?
Alangkah luar biasa terkejutnya aku mendapati orca dewasa ini kembali menggigitku.
Alasan yang belum sempat aku mengerti hingga kini.
Gigitan kali ini luar biasa sakit.
Betapa tidak, gigitan kali ini dengan gigi yang sudah tumbuh besar dan tajam serta rahang yang sudah menguat.

Mungkin sakit yang luar biasa ini bisa sembuh dengan cepat,
Namun pasti bekasnya tidaklah mudah hilang.
Hingga aku bingung, bagaimana cara menghilangkan bekas luka ini?
Apakah dengan mengganti memilih orca lain?
Tidaklah mudah, sungguh tidaklah mudah bagi aku.

Berbaik sangka,
Aku mencoba memahami, mungkinkah orca ini mendekat hanya untuk menggigit aku dua kali?
Aku mencoba membuang pikiran aneh ini.
Orca pilihanku tidaklah seperti itu, dia paling cerdas dan mampu berpikir dengan baik dibanding orca lain seusianya.
Atau, mungkinkah orca pilihanku ini hanya ingin memberi tahu bahwa dia belum siap aku dampingi?
Banyak hal di pikiranku, namun aku mencoba berbaik sangka bahwa orca pilihanku ini tidaklah ingin menggigit seseorang.
Dan tentu saja tidak akan pernah menggigit pelatih yang dia pilih.

Alam bebas,
Banyak hal bisa terjadi di kehidupan ini, terutama alam bebas.
Juga banyak kehidupan yang bisa menjadi tempat berlatih dan belajar yang baik bagi para kawanan.
Memang sebaik tempat belajar adalah di habitat dan ekosistemnya yang asli.
Akhirnya aku sadar, seharusnya aku relakan orca pilihanku bebas di luar sana tanpa harus aku mengawasi, memperhatikan apalagi mendampinginya.
Dan kuputuskan mengembalikannya ke alam bebas.
Tumbuhlah menjadi tangguh dan kuat orca pilihanku.

Selesai.

-Indonesian Love Life-

Cinta dalam Diammu

Gambar

Ingatkah kisah tentang Fatimah dan Ali Radhiyallahu โ€˜anhuma?

Keduanya saling memendam apa yang mereka rasakan,

tapi pada akhirnya mereka dipertemukan dalam ikatan suci nan indah.

Lanjut Baca »

GambarAwal tahun 2000 an saat masih menjabat berstatus pelajar, jika lapar melanda, hal yang tentu aja dilakuin para remaja adalah pergi ke kantin, warung ato dapur trus makan seenak mungkin.

Tapi, apa yang terjadi sekarang?

Saat remaja rasakan hal yang sama, kelaparan ato sejenis, hal pertama yang terlintas di pikiran adalah:

Update Status di Jejaring Sosial! โ†’

“Laper banget nih…” ato “Perut koq keroncongan gini ya?” mungkin juga “Waduu, laper sekalee..!”

Trus ngapain coba??? Apa dengan update status gituan, lapar bisa hilang berubah jadi kenyang…???

Nggak kan???๐Ÿ˜›

Tapi AlhamduliLLaah, itu masih mendingan jika ternyata ada status yang nekat bernada:

“Udah Raka’at ketiga nih..” ato misal “ni sujud koq lama banget yak???”๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

๏ปฟSeperti biasanya, kajian itu hanya diikuti belasan ikhwan, bersama ustadz belajar tahsin di masjid yang tidak begitu besar di belakang kampus Universitas Islam Negeri (UIN), Malang. Kira-kira akhir Desember 2010. Sebelum kajian berakhir, datang seorang laki-laki yang akan mengubah kisah itu menjadi kisah yang luar biasa. Lanjut Baca »

Marhaban yaa Ramadhan

ู…ูŽู†ู’ ุตูŽุงู…ูŽ ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุฅููŠู’ู…ูŽุงู†ู‹ุง ูˆูŽุงุญู’ุชูุณูŽุงุจู‹ุง ุบูููุฑูŽ ู„ูŽู‡ู ู…ูŽุง ุชูŽู‚ูŽุฏู‘ูŽู…ูŽ ู…ูู†ู’ ุฐูŽู†ู’ุจูู‡

Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan iman dan mengharap pahala, niscaya dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.

(HR. Muttafaqun โ€˜alaih)

Pertama kali di Jogja

Ngayogyakarta Hadiningrat (DIY) alias Do It Yourself…hehe!๐Ÿ™‚

Siapa yang Ga tahu kota religi, pelajar dan juga budaya yang satu ini? Semua ada di sini. mulai yang serius, pas2an sampai yang aneh dan bikin ngakak abis…! Ini secuil crita yang saya kategorikan aneh… Monggooo silahkan!๐Ÿ˜€

2003, pertama kali di Jogja.. (hari dan tanggal lupa..hehe), sama sekali Ga ngerti arah… Jadi anak lugu tuh Ga enak blaass! Cari tempat kost mendadak.ย  Habis muter2 cari kost sekitar kampus… akhirnya dapat tempat yang lumayan nyaman. Strategis, murah dibanding lainnya,,, dan yang terpenting dekatย  kampus! Waktu itu saya bareng teman saya (panggil aja Efeb)… Jadi sekamar berdua dengan Efeb! AlhamduliLLaah… lego atiku!

Nhaaa… ternyata, jebule! waktu malam menjelang… keadaan berubah bin bubrah banget! tetangga kost-ku, kost sebelah kamarku tepat… waktu itu cuma disekat triplek,,, ternyata Salon keCantikan…! Wuiihh… kereeenn pokoknya! Tambah Gaul lagi ternyata yang punya salon tuh orang yang Ga bersyukur dikaruniai “Laki-laki” …alias golongan EnDyyaaang markonah (bukan nama sebenarnya..)!! wkwkwkwkwk…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

Terus, saat malam tiba… teman2nya Mbak EnDang tadi banyak yang datang! acarannya biasa ngobrol… jhiahahaha….[mbayangne sik…]! Yang bikin ketawa plus ngguyu tuh ya gaya ngomongnya bangsa2ย  kayaย  gitu tadi!!!

NHAAAA…. yang paling MENAKUTKAN dan MEDENI…!!! Kamar mandiku… jadi satu sama Bu EnDang tadi… [hahh…jangan2,,,???] Harus tetap SIAGA, Jaga keAmanan Diri… huuuuffttghiahahahg ๐Ÿ˜›๐Ÿ˜› :P! truuusss… yang paling aneh…! sekali lagi… ANEEEHH!!! kalo (maaf) buang air kecil… masih mensyukuri gaya Lelaki kalo buang air… Berdiri!!! Jadi biar tampilan dah kaya Ibu2… tetep aja kalo tap oli pake gaya berdiri…. hehehe!!!

[AstaghfiruLLah… ora ditiru lho Cah…!!! ojo ditiru rekk!!!]

kodok atau katak?

Kodok (frog) dan katak alias bangkong (toad) adalah hewan amfibia yang paling dikenal orang di Indonesia

katak dan kodok

perbedaan katak dan kodok

Kedua macam hewan ini bentuknya mirip. Kodok bertubuh pendek, gempal atau kurus, berpunggung agak bungkuk, berkaki empat dan tak berekor (anura: a tidak, ura ekor). Kodok umumnya berkulit halus, lembab, dengan kaki belakang yang panjang. Sebaliknya katak atau bangkong berkulit kasar berbintil-bintil sampai berbingkul-bingkul, kerapkali kering, dan kaki belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan kurang pandai melompat jauh. Namun kedua istilah ini sering pula dipertukarkan penggunaannya.
sumber: wikipedia dan encarta

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.